5 Langkah Pernikahan Dalam Islam

5 Langkah Pernikahan Dalam Islam
5 Langkah Pernikahan Dalam Islam

Jakarta  – Hal-hal yang berakitan dengan pernikahan memang selalu menarik untuk dibahas. Terutama untuk kalian yang merasa sudah siap untuk menikah, pastinya kalian akan mencari seluk beluk tentang pernikahan terutama pernikahan dalam islam. Pernikahan sendiri memiliki beberapa tujuan, diantaranya yaitu :

  1. Melaksanakan Sunah Rasul
  2. Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia
  3. Penyempurna Agama
  4. Menguatkan Ibadah Sebagai Benteng Kokoh Akhlaq Manusia
  5. Memperoleh Ketenangan
  6. Memperoleh Keturunan
  7. Investasi Di Akhirat

Setelah mengetahui tujuan pernikahan dalam islam, hal berikutnya yang wajib diketahui adalah langkah-langkah pernikahan dalam islam. Ingin berjodoh dengan orang yang baik. Tentunya juga harus dijemput dengan cara yang baik, yang sesuai dengan syariat islam.

Berikut 5 langkah pernikahan dalam islam :

1. Pernikahan Dalam Islam Pertama AdalahTaaruf

Picture from Pinterest

Di zaman sekarang banyak sekali muda mudi yang menjalin hubungan pacaran sebagai sarana mengenal satu sama lain. Sedangkan dalam islam sendiri tidak mengenal istilah pacaran. Dalam islam untuk mengenal satu sama lain melalui cara taaruf. Taaruf ini dapat dilakukan dengan bertukar CV terlebih dahulu. Setelah sepakat untuk melanjutkan taaruf maka masing-masing individu dapat menyampaikan pada murobi / walinya agar mereka dapat dipertemukan. Taaruf umumnya dilakukan dalam rentang waktu 1-6 bulan.

2. Shalat istikharah

Picture from Pinterest

Sembari melakukan taaruf anda juga dapat meminta petunjuk kepada Allah SWT dengan cara melakukan shalat istikharah. Agar diberikan petunjuk bahwa orang yang sedang bertaaruf dengan kita baik untuk kita atau tidak. Jika baik semoga diberikan kelancaran dalam prosesnya, jika tidak semoga diberikan keihklasan untuk menerimanya, dan dipertemukan dengan jodoh terbaik pilihan Allah.

Doa shalat istikharah

Picture from Pinterest


3. Khitbah Pernikahan Dalam Islam

pernikahan
Picture from Pinterest

Setelah bertaaruf dan meminta petunjuk pada Allah SWT, jika telah mendapatkan jawaban atas doa-doa dan memiliki kemantapan hati dengan seseorang yang telah bertaaruf dengan kita, maka langkah pernikahan dalam islam selanjutnya yaitu khitbah, atau istilah indonesianya lamaran / bertunangan. Khitbah dilakukan dengan cara pihak laki-laki datang kepada orang tua / wali perempuan untuk meminta restu dan izin agar boleh menikahi putrinya. Khitbah dapat dilakukan jika memenuhi 2 syarat berikut ini :

  • Tidak ada halangan syari ketika laki-laki meminang perempuan tersebut, contoh : seorang perempuan msih dalam masa iddah karena suaminya meninggal.
  • Tidak dipinang oleh laki-laki lain secara sah. Jika ada seorang perempuan yang telah dipinang oleh lelaki maka haram baginya untuk dipinang oleh laki-laki lain.

4. Akad Nikah

pernikahan dalam islam
Picture from Pinterest

Akad nikah dilaksanakan setelah proses khitbah telah diterima oleh pihak perempuan. Sebelum melakukan akad nikah ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi demi terdaftarnya pernikahan secara hukum dan administrasi. Dalam akad nikah terdapat beberapa rukun nikah yang harus terpenuhi, jika salah satu rukun terpenuhi maka pernikahan tidak dianggap sah menurut agama. Adapun beberapa rukun yang harus terpenuhi yaitu :

  • Mempelai Laki-Laki

Rukun pertama yang harus terpenuhi dalam penyelenggaraan pernikahan yaitu adanya mempelai laki-laki. Karena sahnya suatu pernikahan dilaksanakan dengan mengucapkan ijab qabul oleh mempelai laki-laki. Jika tidak ada mempelai laki-laki maka bagaimana bisa suatu pernikahan akan berlangsung. Dan kehadiran mempelai laki-laki juga tidak dapat diwakilkan ya…

  • Mempelai Perempuan

Karena kehidupan pernikahan akan dijalani oleh suatu pasangan, maka tentu ada mempelai laki-laki dan ada mempelai perempuan. Syarat dari perempuan yang boleh dinikahi adalah bukan saudara sedarah, saudara sepersusuan, hubungan kemertuaan dan masih banyak lagi. Untuk lebih lengkapnya anda lihat dalam (QS. An-Nisa’ ayat 23-24)

  • Wali Nikah Bagi Mempelai Perempuan

Rukun ketiga dalam pernikahan adalah adanya seorang wali dari pihak mempelai perempuan. Wali nikah bagi mempelai perempuan adalah ayah, kakak atau adil laki-laki kandung, kakek, paman atau saudara dari garis keturunan ayah.

  • 2 Orang Saksi

Rukun pernikahan selanjutnya yaitu adanya 2 orang saksi laki-laki. Dua orang saksi dapat diwakilkan pada keluarga, saudara, tetangga, atau orang yang memenuhi syarat sebagai saksi. Adapaun syarat sebagai saksi pernikahan adalah  islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil.

  • Shigat (Ijab dan Qabul)

Rukun nikah yang terakhir dan sangat penting yaitu pengucapan ijab qabul oleh mempelai laki-laki yang sangat sakral sampai dikatakan bahwa ketika pengucapan ijab qabul berlangsung, maka Arsy atau singgasana Allah SWT akan berguncang. Karena sesungguhnya pengucapan ijab qabul adalah janji yang diucapkan oleh mempelai laki-laki kepada Allah SWT. Setelah pengucapan ijab qabul, jika 2 orang saksi mengatakan “sah” maka pernikahan tersebut telah sah secara agama.

Dan keseluruhan rukun nikah tersebut harus terpenuhi dalam aturan pernikahan dalam islam. Jika salah satu rukun tidak terpenuhi, maka pernikahannya tidak sah.

5. Walimah

pernikahan dalam islam
Picture from Pinterest

Langkah terakhir pada serangkaian langkah-langkah pernikahan dalam islam yaitu diadakannya walimah untuk menyatakan syukur karena telah dilaksanakannya pernikahan. Dalam walimah dianjurkan untuk dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan, mengundang orang-orang shalih, da dilaksanakan sesuai dengan syariat islam. Bagi tamu undangan jangan lupa untuk mendoakan dengan doa yang dianjurkan oleh nabi Muhammad SAW. Yaitu : “Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir”.

“Orang baik akan dipertemukan dengan orang yang baik pula. Semoga kita semua termasuk di dalamnya”.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like